1. Hadis riwayat Anas bin Malik, menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa membaca Surah Al-Ikhlas
satu kali, seolah-olah dia membaca sepertiga Quran. Barangsiapa
membacanya dua kali, seolah-olah dia membaca dua pertiga Quran.
Barangsiapa membacanya tiga kali, seolah-olah dia membaca Quran
seluruhnya. Dan barangsiapa membacanya sepuluh kali, dibina Allah
untuknya sebuah rumah dalam surga terbikin dari permata ya’kut yang berwarna merah.”
2. Sabda Rasulullah Saw yang maksudnya : “Hai Aisyah, engkau jangan
tidur dulu sebelum engkau kerjakan empat perkara : 1. Khatamkan
Al-Quran, 2. Jadikan semua Nabi membelamu nanti pada hari kiamat, 3.
Jadikan semua orang mukmin rela kepadamu, dan 4. Kerjakan Haji dan
Umrah.” Kemudian Rasulullah pun shalat, sedangkan Aisyah tinggal
ditempat tidur. Selesai Shalat, Aisyah pun berkata : “Rasulullah,
tebusanmu ibu dan ayahku, Rasulullah suruh saya mengerjakan empat
perkara yang saya tidak sanggup melakukannya pada waktu ini.” Beliau
tersenyum, seraya bersabda : ” Apabila engkau membaca Qul Huwallahu Ahad
(tiga kali), maka seolah-olah engkau telah mengkhatamkan Al-Quran. Jika
engkau membaca shalawat kepadaku dan kepada semua Nabi sebelumku, maka
kami nanti akan mensyafaatkanmu pada hari kiamat. Dan apabila engkau
meminta ampunkan orang-orang mukmin, maka tentu semua mereka nanti akan
rela kepadamu. Dan apabila engkau membaca “Subhanallah, Walhamdulillah,
Walailahaillallah, Wallahu Akbar, maka sesungguhnya engkau berarti telah
mengerjakan Haji dan Umrah.”
Hadis itu menerangkan, kalau mau tidur setelah badan tergeletak diatas ranjang, maka baik dibaca:
Surat Al-Ikhlas tiga kali. Sama pahalanya dengan membaca satu
khatam Quran.Shalawat kepada Nabi Muhammad Saw dan Nabi-Nabi lainnya,
dengan mengucap : Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad Wa ali
Muhammad wa’ala jami’il anbiyaai wal mursalin.Mendoakan orang-orang
mukmin dengan mengucapkan tiga kali Allahummaghfir lil muslimina wal
muslimat, wal mukiminina wal mukminat.Membaca raja tasbih tiga kali,
yakni : Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illallah, Wallahu Akbar,
Wala haula walaquwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.” Apabila dibaca
tiga kali tasbih ini, maka sama pahalanya dengan satu kali Haji dan
Umrah.
3. Pada suatu hari seorang laki-laki melaporkan halnya kepada Rasulullah
Saw tentang kesusahan hidup yang dideritanya. Ia mohon supaya diajarkan
amalan singkat untuk menghilangkan kesempitan hidup itu. Maka
Rasulullah Saw menyuruhnya supaya setiap kali masuk kerumah sendiri,
memberi salam kemudian membaca surat Al-Ikhlas tiga kali. Jika rumah
kosong tidak ada orang didalam, maka memberi salam kepada Rasulullah SAW
kemudian sambil melangkah masuk dibaca tiga kali
surat Al-Ikhlas. Laki-laki itupun mengamalkannya, alhamdulillah lapang rezekinya, melimpah sampai kepada jiran tetangganya.
4. Pada suatu hari Rasulullah Saw sedang duduk dalam mesjid Madinah.
Tiba-tiba datang rombongan mengusung jenazah untuk di shalatkan. Para
sahabat mempersilahkan Nabi untuk menyembahyangkannya . Beliau bertanya :
” Apakah mayat ini meninggalkan hutang? Mereka menjawab : ” Ya, benar,
dia meninggalkan hutang sebanyak 4 dirham.” Lantas beliau bersabda : ”
Saya tidak mau menyembahyangkan mayat yang meninggalkan hutang.
Shalatkan kamulah dia.” Pada saat itu Jibrilpun datang seraya berkata :
“Hai Muhammad, Allah berkirim salam kepadamu. Dia berfirman : “Aku sudah
mengutus Jibril menyamar seperti mayat itu dan sudah melunaskan
hutangnya. Tegaklah, shalatkan dia karena dian sudah diampuni Allah dan
barangsiapa yang ikut menyembahyangkannya , niscaya diampuni Allah pula
dosanya.” Nabi Muhammad Saw pun bertanya : ” Hai Jibril, dari mana dia
memperoleh kehormatan ini “? Jibril menjawab :”Dia mendapat kehormatan
itu, karena setiap hari membaca seratus kali Qul Huwallahu Ahad.”
Didalamnya terdapat keterangan tentang sifat-sifat Allah dan pujian
terhadap-Nya” Hadis itu menunjukkan barangsiapa membaca “Qul Huwallahu
Ahad” seratus kali dalam sehari, maka Allah akan melunaskan hutangnya
sebelum mati.
5. Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya
:” Barangsiapa membaca surat Al-Ikhlas pada sakit yang membawa kepada kematiannya, niscaya mayatnya tidak busuk dalam kubur", hadis lain menyatakan
"tidak terfitnah dalam kuburnya, aman dari kesempitan kuburan, dan para
Malaikat akan membawanya dengan sayap-sayapnya melalui titian shirotol
mustaqim sampai kesurga.”
6. Menurut hadis Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Saw bersabda
: “Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad 50 kali, niscaya diampuni dosanya lima puluh tahun.”
7. Menurut Hadis Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya
”
Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sepuluh kali dibina Allah
untuknya satu istana didalam surga. Barangsiapa membacanya 20 kali,
dibina Allah untuknya dua istana dalam surga. Barangsiapa membacanya 30
kali maka dibina Allah untuknya tiga istana dalam surga. Umar bin
Khattab berkata: ” Ya, Rasulullah, kalau begitu akan banyaklah istana
kmi dalam surga” Maka Rasulullah Saw bersabda : “Allah lebih lapang
(luas) dari pada itu.” Maksudnya, bagi Allah berapapun jumlah istana itu soal mudah.
8. Hadis Anas bin Mali menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya :
“Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sekali, dia diberkati.
Barangsiapa membacanya dua kali dia dan keluarganya diberkati.
Barangsiapa membacanya tiga kali, dia, keluarga dan jiran tetangganya
diberkati. Barangsiapa membacanya 12 kali, dibina Allah untuknya 12
istana didalam surga. Jika dibacanya 100 kali, maka dihapuskan Allah
dosanya (dosa kecil) selama 50 tahun, kecuali pertumpahan darah dan
harta benda. Jika dibacanya 200 kali, dihapuskan dosanya 100 tahun. Jika
dibacanya 1000 kali, niscaya sebelum mati telah dilihat atau
diperlihatkan kepadanya tempatnya dalam surga.”
9. Menurut hadis riwayat Ibnu Abbas, Nabi Muhammad Saw bersabda yang maksudnya :
“Tatkala saya dalam perjalanan Israk Mi’raj kelangit, saya melihat
‘Arasy ditegakkan atas 360.000 sudut. Jarak dari satu sudut kesudut
lainnya, kira-kira 300.000 tahun perjalanan. Dibawah setiap sudut itu
terdapat 12.000 padang pasir. Panjang setiap padang pasir itu dari
matahari terbit kematahari terbenam. Disetiap padang pasir itu terdapat
80.000 Malaikat membaca Qul Huwallahu Ahad.” Selesai membaca mereka
menyatakan :”Ya Tuhan, kami hibbahkan pahala bacaan kami ini kepada
setiap orang yang membaca Surat Al-Ikhlas, baik dia laki-laki maupun
wanita.” Para sahabat kagum tercengang mendengarnya. Lantas Rasulullah
Saw bertanya :”Herankah kamu, sahabat-sahabatku ? Mereka menjawab : ”
Ya,benar kami heran.” Beliau melanjutkan :”Demi Allah yang diriku
ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis disayap Jibril. “Allahush
Shomad” tertulis disayap Mikail. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis
disayap Izrail. “Walam Yakun Lahu kufuan Ahad” tertulis disayap Israfil.
Maka barangsiapa diantara ummatku membaca “Qul Huwallahu Ahad” niscaya
dikurniai Allah ia pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur dan
Al-Quran.” Kemudian beliau bertanya lagi:”Herankah kamu, mendengarnya? .
Mereka menjawab:”Ya, benar kami heran.” Lantas beliau bersabda :”Demi
Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis di kening
Abu Bakar Shiddiq. “Allahush Shomad” tertulis dikening Umar Al-Faruq.
“Lam Yalid Walam Yulad” tertulis dikening Usman Zin-Nurain. Dan “Walam
Yakun Lahu Kufuan Ahad ” tertulis dikening Ali As-Sakhiy. Maka
barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas niscaya dikurniai Allah ia pahala
Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.
10. Menurut Hadis Al-Baihaqi, dari Umamah Al-Bahili, bahwa Jibril telah
mendatangi Nabi SAW bersama dengan 70.000 Malaikat di Tabuk Jibril
berkata :”Rasulullah, saksikan jenazah Muawiyah dari Tabuk bersama
Jibril dan sejumlah Malaikat lain. Kemudian Rasulullah Saw bersabda :”
Jibril, apa sebabnya Mu’awiyah beroleh martabat seperti itu.? Jibril
menjawab :”Dia memperoleh kehormatan itu, akibat membaca “Qul Huwallahu
Ahad setiap hari, sedang berdiri, duduk, ruku’ dan berjalan.”
***Bismillahirrahmanir rahim itu hurufnya 19, persis sebanyak Malaikat
Zabaniyah penunggu neraka. Barangsiapa rajin membaca Bismillahirrahmanir
rahim pada setiap memulai pekerjaan yang dibenarkan agama, niscaya ia
terhindar dari ancaman Malaikat Zabaniyah.